Minggu, 25 Oktober 2009

BALADA BATU PAYUNG

Telah aku berjalan mengitari indahnya pantai ini, dari terbit sampai terbenamnya mentari, telah jua aku mengobral canda dan senyum, dan menyenandungkan lagu-lagu memory...ah, kini aku telah penat, aku ingin berbaring di atas pasir ini, dan menikmati indahnya pantai Batu Payung di malam hari. Ku coba untuk berbaring dan meraih mimpi, namun kantuk sedang tidak ingin bersahabat denganku, dan aku terhenyak menatap jauh pada pelita para nelayan, tersadar aku pada kehidupan yang jauh dari gemerlapnya lampu kota....duh nelayan, di saat sanak keluargamu terbuai mimpi, kau berjuang untuk kehidupan ini, betapa curangnya kami membiarkanmu sendiri... aku...

22 MARET

Kita berkenalan di padang tandus, masing-masing dari kita memangku bunga kehidupan yang kering. Tanpa pernah di sirami air cinta dan realita bahagia dari khayalan sepanjang usia yang kita lalui. Hanya selalu berharap mukjizat akan terjadi dalam perjalanan hidup yang gersang dan dengan kepasrahan hidup yang tiada arti selalu mencoba untuk menanti. Dalam perkenalan yang singkat, kau mulai mengulurkan tanganmu, untuk menggenggam jemariku yang mulai lelah, mencoba mengajakku bersama untuk meniti jalan yang berliku, Kerlingan matamu yang tajam menembus ke jantungku, kala itu terucap satu janji, untuk membawaku ke ruang bahagia kehidupan. Awalnya aku ragu untuk melangkah bersamamu, Karna harkat kita sudah berbeda namun kau terus mencoba untuk meyakinkanku untuk berjalan beriringan mengejar...

Pages 91234 »