Selasa, 27 Mei 2014

TENTANG PELUKISKU ...



Oleh : Marselina Maryani Soeryamassoeka, S.Hut


SENIMAN PUJAANKU

Pontianak , 26 April 1986 

Dari Album Puisi : Senandung Remaja 

Ujung malam ini, 
Bersama angin yang membuai 
Ku bawa diriku ke alam lamunan 
Tuk mengenang dirimu 
Yang pernah hadir dalam impianku  

Slalu kuingat hingga kini 
Matamu yang pekat sangat mendebarkanku 
Dinginnya pandanganmu yang membuat diriku tak berdaya 
Acuhnya sikapmu yang bikin kupenasaran 
Tapi itu semua kusenangi 
Karena kaulah pujaanku 

Jangkungnya tubuhmu selalu menghantuiku 
Permainan tanganmu di kanvas membuatku terpana 
Hingga aku terjatuh dalam api asmara bersamamu 
Dan cinta pertama ku telah memilih dirimu, hei senimanku 
Ingin selalu ku raih dirimu dalam dekap rinduku setiap waktu 

Cinta Pertamaku, seniman gantengku 
Berilah senyuman termanismu selalu padaku 
Supaya ku dapat selalu memujamu, kini, esok hari dan selamanya 

Usia kita yang terpaut sepuluh tahun, 
Menjadi tembok penghalang dalam melanjutkan
untuk mengukir kisah indah 
Kedinianku tak memahami keinginan orang dewasa 
Berakibat amarahmu yang membuat luka di hatiku 
Hingga keputusan itu ku ambil dengan bahasa kanak-kanak ku 

Wahai senimanku
Ingin ku menata asa bersamamu kembali 
Menghilangkan bias misteri di wajahmu 
Menghapuskan segala kepingan duka dalam hatimu 
Namun keretakan yang ada di antara kita tak kan pernah memberi ku kesempatan 
Untuk dapat mengulang kembali cerita indah yang pernah tercipta 

Pelukisku, sungguh ingin kukatakan 
Bahwa aku menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku 
Aku ingin kembali bersamamu, 
Menemanimu berkarya dan menjadi kekasihmu hingga maut tiba 
Pelukisku, .... aku selalu mencintaimu .... 




CINTA UNTUK PELUKISKU

Pontianak , 25 April 1995 



Sepuluh Tahun yang lalu 
Pernah ada cinta untukmu 
Pernah ada lamunan dan impian kala itu 
Pernah ada kerinduan yang menggebu 
Pernah ada kisah yang terukir 
dalam hatiku dan hatimu 

Sepuluh tahun silam 
Di saat pertama kali aku merasakan cinta 
Kuberikan cinta itu padamu 
Kebeliaanku terhampar dalam kanvasmu 
Kasihmu kau benamkan dalam hati polosku 
Dan kepolosan itu jugalah 
yang menghancurkan harapan yang ada 
Aku tak mengerti yang menjadi keinginanmu 
Diammu kusalah artikan 
Profesimu membuatku luka
Dan akhirnya kita sama-sama terluka 

Sepuluh tahun terlewati 
Membuat kau berlalu dalam khayalku 
Waktu telah menghapus bayang dirimu 
Tapi cintaku padamu masih kusimpan di hatiku 
Tak kan hilang begitu saja 
kenangan indah bersama pelukisku 
Pelukanmu, kasih sayangmu dan kesabaranmu ingin ku miliki lagi 
Apakah mungkin, setelah harkatku kini telah berbeda 

Sepuluh tahun berlalu 
Kini kita berjumpa lagi 
Engkau ingin merajut kembali benang yang telah terputus 
Kau tawarkan kisah cinta yang pernah tercipta, 
Untuk kita rangkai bersama 
Namun kini diriku tidak sendiri lagi 
Ikrar di altar tak mungkin kuingkari 
Kini diantara kita telah berdiri 
dengan teguh tembok penghalang 
Walau debaran rindu dan cinta hadir kembali 
Menggoyahkan iman dan kesetiaanku 
Tapi detik untuk kita telah usai 
Jalan kita telah berbeda 
Dan segala kisah yang pernah ada kusimpan
dalam lemari kenangan di sudut hatiku 



CINTA SANG SENIMANKU

Pontianak , 25 April 1995 



Aku penari dan kau pelukis, 
Kita bertemu di malam seni budaya 
sepuluh tahun yang lalu 
Perkenalan yang singkat  
Berlanjut menjadi hubungan asmara yang indah 
Terjalin kasih di antara usia yang terpaut sepuluh tahun 
Aku masih belia dan kau sudah dewasa 
Rambut ikalmu dan wajahmu yang selalu tersenyum 
Sangat menarik, hingga Cinta Pertamaku memilihmu 

Kasihmu yang begitu besar, membuatku betah bersamamu 
Kau sangat sabar menghadapi aku gadis kecilmu yang terlalu banyak keinginan 
Kecemburuanku, kehendakku, manjaku dan ngambek ku harus menjadi yang utama 
Kau betah melakoni semua prilaku burukku dengan sabar 
Dan hanya senyuman tersungging di bibirmu 

Kebersamaan yang kita rajut, hanya mampu bertahan 8 bulan 
Karena kekanak-kanakan ku yang menghancurkan kisah itu 
Amarahmu yang pertama terlontar, menjadi amarah yang terakhir 
Dan sangat kau sesali seumur hidupmu hingga kini 
Karena amarah itu membuatku tersinggung dan mengambil keputusan 
Keputusan yang akhirnya juga kusesali 
Kita sama-sama terluka, 
Dan aku malu untuk meminta maaf, 
Padahal beribu maafmu telah kau nyatakan di hadapanku  
Bahkan dengan sengaja dalam 1 bulan sejak kita berpisah 
Aku menjalin cinta dengan lelaki lain 

Kasih ... kebodohanku di masa kecil sepuluh tahun yang lalu
Telah melukaimu hingga kini 
Membuatmu berhati-hati dalam hidup 
Maafkan aku karena telah membuatmu trauma dalam merajut cinta 
Dan maafkan aku karena tak bisa kembali denganmu 
Jalan kita sudah berbeda, kini aku telah berdua 
Walau cinta itu masih ada di sudut hatiku yang lain 
Bukalah hatimu untuk gadis yang lain, 
lupakan bahwa aku pernah hadir di hatimu 



KISAH USANG

Pontianak , 23 Mei 2014 



Terakhir aku melihatmu tahun 1995 

Kini kita bertemu lagi, 
sembilan belas tahun kemudian 
Masih sendiri ......
Aku hanya bisa tersenyum sedih di dalam hati 
Di masa tuamu kau tetap bertahan untuk hidup sendiri 
Tiada yang mendampingimu 
Tiada keturunan yang akan menggantikanmu 
ketika waktumu telah tiba nanti

Dua puluh sembilan tahun yang lalu kita bertemu 
Dalam acara seni dan budaya 
Kini kita bertemu kembali 
di acara yang sama dalam waktu yang berbeda
Dalam kondisi yang berbeda 


Dua puluh sembilan tahun yang lalu, 
pernah ada rajutan benang cinta di antara kita 
Aku masih belia dan kau sudah dewasa 
Cinta Pertama ku memilihmu untuk menjadi kekasihku
Dan kebeliaanku juga yang menghancukan percintaan kita 
yang sempat bertahan 8 bulan 

Ini kisah usang .... 
Dulu cintaku sangat menggebu padamu 
Sepuluh tahun kita berpisah, 
rasa itu masih terselip pada dinding-dinging hati ku 

Namun setelah sembilan belas tahun kemudian, 
Kucari rasa itu .... 
ternyata telah menguap hilang entah kemana 
Tiada lagi tersisa segala getar-getar rindu 
dan mawar kasih di lemari kenanganku 

Apakah karena kisah yang hadir kini 
begitu banyak hilir mudik dalam hatiku 
Dan meninggalkan sakit yang teramat dalam hidupku
Hingga hatiku beku dan terkikis semua cerita yang pernah ada 
Apakah kisah kita tertimpa oleh berbagai kisah yang pernah hadir
Seperti bersama kisah Kelayang Merak, Pangeran Tengah Malam 
dan Pria Ubanku 
Ntahlah ... 


Namun yang ingin kusampaikan bahwa, 
Kisah kita sebenarnya indah, 
hanya datangnya pada saat yang salah 
Usiaku yang belia tak mampu menjaga keindahan asmara 
yang kau berikan 
Dan juga yang ingin kusampaikan bahwa, 
Kini aku mengukir cerita 
dengan orang yang seprofesi denganmu 
Dan usianya terpaut sepuluh tahun lebih muda dariku, 
sama dengan ku dulu 
Yang ku pinta semoga tidak berakhir seperti kita dulu 

Kasih ..... maafkan aku .... karena kisah usang itu tak membekas lagi di hatiku 
Ternyata Cinta Pertama tak selalu membayangi hidup manusia
Ternyata Cinta itu tak abadi seiring berjalannya waktu 

Selamat Tinggal kekasih usangku, ...
ku tutup buku kita dan tak kan ku buka lagi


0 komentar:

Posting Komentar